Menerapkan Power Pumping Sebagai Cara Memperbanyak ASI Perah

Mungkin saat ini ibu belum memperlukan cara memperbanyak ASI perah. Akan tetapi, setelah usia si kecil mencapai 6 bulan atau bahkan lebih, ibu akan mulai merasakan produksi ASI menurun. Dan setelah melihat di dalam freezer, persediaan ASIP atau ASI Perah sudah hampir kosong.

Pada saat itulah ibu akan mulai panik. Apalagi jika ibu sudah harus kembali beraktivitas bekerja sebagai wanita karir. Itu artinya ibu memiliki dua beban. Yang pertama, ibu harus memperbanyak stok ASIP namun produksi ASI menurun. Yang kedua, ibu harus kembali menjalani rutinitas kerja setiap hari sebagai wanita karir.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Lebih Sering Memompa ASI

Penyesalan selalu datang terlambat. Banyak ibu yang menyepelekan hal ini. Mereka masih berada di rumah sehingga mereka merasa belum perlu menyetok ASIP dalam jumlah yang banyak. Toh mereka juga merasa ASI keluar begitu deras. Ia mudah sekali memerah ASI kemudian menyimpannya ke dalam freezer.

Keadaan ini biasanya berlangsung dalam kurun waktu dua atau tiga bulan saja. Kemudian, produksi ASI semakin hari semakin turun. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti stres, konsumsi makanan sehat yang kurang begitu diperhatikan, dan lain sebagainya. Akhirnya, ketika masa cuti sudah selesai dan ibu harus kembali bekerja, masalah itu muncul. Produksi ASI menurun dan ibu tidak bisa menyetok ASI.

Oleh sebab itu, nasihat bagi ibu yang baru melahirkan adalah segeralah memperbanyak stok ASI ke dalam freezer. Dengan demikian, saat masa cuti sudah selesai dan ketika produksi ASI menurun, ibu tetap bisa memberikan ASI kepada sang buah hati.

Teknik Power Pumping

Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana jika hal tersebut sudah terlanjur terjadi? Ibu sudah kehabisan stok ASIP sementara produksi ASI ibu menurun. Beruntung masih ada teknik yang bisa ibu coba, yaitu power pumping. Ini merupakan salah satu cara untuk memperbanyak ASI perah.

Caraya sangat mudah. Hanya saja ada hal teknis yang perlu ibu lakukan untuk mensukseskan cara ini. Pada intinya, ini merupakan cara agar ibu bisa ingat terus menerus untuk memompa ASI.

Apa yang harus ibu lakukan?

  1. Menempatkan Breastpump di Tempat Yang Mudah Ibu Lihat

Kenapa harus ditempatkan di tempat yang mudah ibu lihat? Karena pada intinya ini teknik agar ibu terus menerus ingat untuk memompa ASI. Jadi, setiap kali ibu melihat breastpump, dan ibu memiliki waktu, ibu harus langsung memerah ASI pada saat itu juga.

 

Dalam hal ini, ibu bisa taruh breastpump di dekat TV di ruang tengah, di dapur, dan di kamar tidur.

 

  1. Pompa ASI Selama 10 Menit

Ini sebenarnya yang membedakan antara memompa ASI biasa dengan menerapkan power pumping. Cara yang ini tidak membuat ibu harus memompa ASI hingga berjam-jam. Cukup luangkan waktu 10 menit saja. Jika ASI sudah keluar, ibu bisa istirahat. Ibu bisa beraktivitas lagi dan kemudian pompa lagi sekitar 10 menit. Dalam hal ini, ibu tidak perlu menyimpan ASI ke dalam freezer setiap kali memompa. Biarkan ASI ada pada tempatnya breastpump. Asalkan tidak hingga satu jam lebih, maka kualitas ASI masih tetap bagus. Baru kemudian ketika ASI sudah mulai banyak, ibu bisa pindahkan ke tempat khusus kemudian simpan di dalam freezer.

 

  1. Lakukan Power Pumping Setidaknya 10 Kali Sehari

Kenapa harus 10 kali? Karena ini menjadi stimulus agar produksi ASI semakin banyak lagi dan ibu bisa menstok ASIP. Beberapa ibu hanya perlu melakukan teknik power pumping ini selama 3 hari lalu ASI keluar dengan derasnya. Akan tetapi, ada juga yang harus melakukannya setiap hari untuk mendapatkan ASI sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sang buah hati.

Terlepas dari itu semua, ada satu hal yang harus diperhatikan. Apapun yang ibu lakukan itu hanya akan berhasil jika kesehatan ibu terjaga. Produksi ASI itu sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi ibu.

Itulah mengapa ibu sebagai ibu menyusui harus memperhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Konsumsi Makanan Yang Sehat

Ibu harus lebih banyak mengkonsumsi makanan yang terbuat dari sayuran hijau. Hindari fast-food yang lebih banyak mengandung lemak daripada nutrisi yang ibu butuhkan setiap hari.

 

  • Hindari Kafein

Jika ibu suka dengan kopi, sebaiknya hindari dulu setidaknya hingga usia si kecil mencapai 2 tahun. Karena ibu setidaknya memberikan ASI hingga usia si kecil mencapai 2 tahun.

 

  • Mengatur Stres

Salah satu penyebab tidak keluarnya yang paling sering terjadi adalah stres. Ini bisa disebabkan oleh kegiatan atau pekerjaan setiap hari. Oleh sebab itu, ibu harus pintar dalam mengatur waktu serta melakukan manajemen stres yang baik.

 

  • Mengkonsumsi Suplemen

Untuk ibu menyusui, sangat disarankan agar ibu mengkonsumsi Lactatea. Ini merupakan booster tea yang akan melancarkan produksi ASI ibu.

 

Dua hari setelah mengkonsumsi teh ASI ini, ibu akan langsung merasakan khasiatnya. Produksi ASI meningkat. Bahkan, ibu akan mulai bisa lagi mengstok ASIP di dalam freezer.

Lactatea ini tidak seperti ASI booster lainnya. Ini berbentuk teh yang aman karena terbuat dari bahan herbal seperti daun katuk, jinten hitam, daun kelor, dan fenugreek. Dengan membeli teh dengan ukuran 250 gram, ibu bisa membuat teh booster ASI selama 1 bulan. Selama satu bulan itu, ibu akan merasakan produksi ASI meningkat. Ini bisa dijadikan salah satu cara memperbanyak ASI perah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *