Bayi Sehat, Berikut Tanda-tandanya

Bayi Sehat

Dalam sebuah dokumen Divisi Kesehatan dan Perkembangan Anak WHO (organisasi kesehatan dunia) disebutkan bahwa kondisi kesehatan bayi dapat dipersiapkan sebelum tiba kelahiran. Segala pengetahuan terhadap ibu tentang menyusui, memberikan ASI dan latihan-latihan juga bisa dilakukan sebelum bayi lahir. Dengan demikian, keinginan dan kepercayaan diri ibu untuk menyusui lebih siap.

“The main benefit of antenatal preparation is likely to be to help them to breastfeed optimally and to avoid difficulties.” (manfaat utama dari persiapan pada masa pra-kelahiran dapat membantu ibu-ibu agar bisa menyusui dengan optimal dan terhindar dari kendala-kendalanya). Begitu bunyi penegasan dari WHO.

Akan berbeda jika pengetahuan yang diberikan saat bayi sudah lahir. Pada masa ini ibu sudah seharusnya mempraktekkan sambil jalan apa-apa yang sudah dipersiapkan pada masa hamil. Tujuan dari persiapan ini tentu di samping sebagai persiapan mental dan pengetahuan ibu, juga untuk menjaga kondisi bayi agar kondisinya tetap baik dan sekecil mungkin terhindar dari bahaya penyakit.

Pertanyaan yang bisa diajukan adalah, bagaimana mengetahui kalau bayi saya sudah memenuhi, atau setidaknya, dalam kondisi sehat? Apa saja tanda-tandanya yang bisa saya ketahui. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa kriteria bayi sehat dengan rentang usia 0-3 bulan, 4-6 bulan dan 7-12. Kita mulai dari yang pertama berikut ini.

  1. Usia 0-3 bulan

Sehat tidaknya bayi pada usia kelahiran pertama hingga usia 3 bulan ini ditandai dengan hal-hal berikut:

  • Saat bayi lahir, dokter sering melihat seberapa kuat tangisannya. Tujuannya untuk mengetahui apakah jantungnya sehat dan bertujuan untuk melonggarkan saluran pernafasan. Jika tangisan itu keras maka bisa dipastikan bahwa bayi tersebut lahir sehat.
  • Berat dan ukuran badan. Ketika bayi lahir, bidan dan dokter biasanya mengecek kondisi berat badan bayi apakah normal atau tidak. Menurut Hari Nugroho, Sp.OG dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, berat badan bayi normal berkisar antara 2,3 kilogram hingga 3,5 kilogram. Sedangkan panjangnya antara 48 cm – 52 cm. Lebih lanjut menurut dr. Hari, berat badan juga dipengaruhi lamanya janin saat berada dalam kandungan.
  • Warna fisik. Tampilan fisik dari bayi sehat dapat dilihat dari beberapa bagian, seperti warna kuku yang kemerahan dan kokoh, warna kulit, wajah, bibir dan gusi juga memilki warna yang sama. Demikian juga warna rambut, tidak kusam dan tidak mudah rontok.
  • Sentuhan ibu. Saat ada kontak kulit dengan bayi, Si Kecil merespons dengan gerakan kecil. Ketika anda menyelimutinya, menggendongnya, dan mendengar suara anda dia sedang melakukan ikatan dengan anda. Gerakan menanggapi adalah pertanda bahwa dia mulai mengenali siapa anda dan suhu kulit anda. Dia tenang dan nyaman saat berada dalm dekapan ibunya. Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang sudah berusia satu bulan. Reaksi demikian menunjukkan bahwa indera pendengaran, perasa dan respons motoriknya bekerja dengan baik.
  • Durasi tidur. Bayi sehat memiliki intensitas tidur yang panjang antara 10-16 jam sehari. Durasi seringnya tidur bagi adalah hal alamiah. Ibu tidak perlu mengakhawatirkan perilaku yang demikian. Yang perlu diperhatikan hanya pemberian ASI-nya tetap dijaga setiap 2-3 jam sekali, 9 kali dalam sehari. Meskipun sedang tidur, bangunkan perlahan untuk menyusui. Membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusui tidak menjadi masalah, asalkan dilakukan dengan pelan dengan menyentuh kulitnya.

 

  1. Usia 4-6 bulan
  • Saat ada yang mengajaknya bercanda, bayi anda akan sesekali tertawa dengan suara beberapa kali. Bayi mulai menguji vokal suaranya, bahasa tubuhnya, seperti kontak mata dan ekspresi wajah. Memasuki usia 5 bulan dia mulai merespon setiap senyuman yang mengarah kepadanya.
  • Pertambahan berat badan. Pada usia ini bayi mengalami pertambahan berat sekitar 450-460 gram. Untuk memantau perkembangan beratnya sejak lahir, di samping berkonsultasi dengan dokter, anda dapat menggunakan alat khusus yang bernama Weight Calculator (penghitung berat badan). Dengan menggunakan alat penghitung berat badan anda dapat mengetahui bagaimana perkembangannya dan memberikan tindakan sesuai dengan saran dari dokter atau konsultan ASI. Jadi, rajinlah berkonsultasi dengan dokter anda mengenai berat badan dan perkembagannya sehingga anda dapat memberikan penanganan dini jika terjadi permasalahan.
  • Berguling atau belajar membalikkan badan. Menurut Renee Anushka Alli, MD, seorang instruktur di the American Academy of Pediatrics EPIC Breastfeeding Program, sesekali dia akan berusaha untuk berpindah posisi dan belajar dengan banyak gerak. Setiap ada benda yang mendekat, apakah itu barang atau mainan, dia berusaha untuk meraihnya dan membawanya lebih dekat. Respons demikian terjadi saat memasuki usia 4 bulan ke atas. Dia mulai mengenal lingkungan sekitar dengan pandangan, gerakan dan senyuman. Kesimpulannya, pada masa ini bayi mulai sedikit agresif secara fisik yang menunjukkan bahwa dia tergolong bayi sehat.

 

  1. Usia 7-12 bulan

Sepanjang setengah-tahun yang kedua ini banyak hal mengejutkan yang terjadi pada pertumbuhannya yang sehat, di antaranya adalah:

  • Belajar merangkak. Tubuhnya yang mulai berkembang membawanya untuk belajar bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Meskipun belum sempurna dan sesekali gagal, inisiatif demikian menandakan bahwa otot-otot dan saraf motoriknya mulai mengalami kemajuan. Dia mulai merangkak menggunakan dada atau perutnya dan seringkali menyangga badan dengan kedua tangannya. Selamat! Bayi anda sehat dan tidak ada masalah.
  • Belajar kata. Artinya, dia mengucapkan kata-kata namun tidak jelas dan cenderung kata yang pengucapannya memiliki suku kata mirip, seperti kata ‘mama’ dan ‘papa’, namun dengan pengucapan yang masih kabur. Sabar. Dia sedang melaluinya untuk ke jenjang berikutnya. Anda akan dibuat tersenyum geli dan gemas menyaksikan tingkahnya pada usia ini.
  • Duduk tanpa disangga. Nah, ini akan terjadi bila bayi memasuki usia 9-10 bulan. Dia belajar duduk tanpa bantuan dari orang tua maupun benda yang ada di sekitarnya. Saat duduk dia mulai sering menepuk-nepuk tangannya dan mambanting-banting barang yang dipegangnya. Wow, lucu sekali dia saat usia ini.
  • Belajar berdiri. Dengan bantuan penyangga atau pegangan yang terdekat dengannya dia mulai berusaha untuk bisa berdiri. Perilaku yang demikian sering mendapat halangan dari orang tua agar tidak terjatuh. Padahal, proses dia belajar berdiri adalah bagian dari tahapan belajarnya untuk dapat melanjutkan pada tahapan berikutnya (learning pace).

Tanda-tanda bayi sehat yang dijelaskan di atas akan sulit terjadi jika ibu tidak memberikan ASI eksklusif setidaknya sampai usia 6-12 bulan. Sudah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat dan pengaruh ASI terhadap tumbuh kembang bayi hingga masa anak-anak permulaan (early childhood). Dia akan lebih aktif, terlindung dari berbagai penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung, keterbelakangan mental, keterlambatan petumbuhan, perkembangan fisik dan terbentuknya sistem kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Jadi, ayo peduli ASI dan raihlah anak-anak sehat dan cerdas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *