Apakah Berbahaya Menyusui Sambil Tiduran?

Apakah Berbahaya Menyusui Sambil Tiduran?

Salah satu aktivitas baru yang sudah pasti dilakukan oleh seorang ibu setelah melahirkan adalah memberikan ASI pada bayi. Tentunya, sebagai ibu, Anda pasti sudah tahu apa itu manfaat ASI untuk bayi Anda? ASI mengandung banyak zat penting sebagai nutrisi awal buah hati Anda. Untuk itu, sebagai bekal awal kehidupan buah hati, Anda jangan sampai melewatkan masa-masa menyusui.

Sebagai Ibu muda, pastinya masih harus banyak belajar dalam merawat buah hati. Salah satu hal dalam merawat bayi yang penting untuk di ketahui adalah bagaimana cara memberikan ASI (menyusui) pada bayi. Salah satu posisi yang paling sering dilakukan saat menyusui bayi adalah sambil tiduran dengan posisi miring. Posisi ini tampaknya memang nyaman untuk ibu, namun, apakah sebenarnya posisi ini juga nyaman untuk bayi? Atau justru berbahaya bagi bayi Anda?

Ini Bahayanya Menyusui Sambil Tiduran untuk Bayi Anda
Menyusui dengan posisi tiduran memang menjadi posisi favorit bagi para Ibu. Selain lebih mudah, posisi ini juga tidak membuat ibu mudah lelah dalam menyusui. Selain itu, Ibu akan merasa lebih rileks. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata posisi ini justru berbahaya bagi bayi? Dengan menyusui sambil tiduran bayi Anda bisa saja tersedak. Bayi tersedak tersebut adalah akibat dari aliran ASI yang terlalu deras saat posisi menyusui dalam keadaan tiduran miring.

Jika tersedak, bayi sudah pasti akan batuk. Bukan menjadi masalah ketika tersedaknya bisa diatasi. Akan tetapi, akan menjadi masalah besar jika ternyata ASI yang membuat tersedak tersebut masuk ke paru-paru. Tentunya ini akan membuat bayi Anda merasa menderita dan sulit bernapas. Lebih parahnya lagi, jika ASI masuk ke paru-paru, bayi Anda bisa mengalami batuk kronik.

macam-posisi-menyusui-bagi-ibu-2

Selain dapat membuat bayi tersedak, menyusui bayi sambil tiduran juga berbahaya bagi telinga bayi. Mengapa berbahaya? ASI bisa saja masuk ke dalam telinga bayi saat disusui dengan posisi tiduran. ASI memang baik untuk pencernaan bayi, namun tentunya tidak baik jika masuk ke telinga. Meskipun tidak mengandung zat berbahaya, namun, ASI bisa menyebabkan infeksi pada telinga bayi jika air susu ibu masuk ke dalam telinga.

Tanpa disadari, cairan ASI akan menumpuk dan menyebabkan timbulnya kotoran dalam telinga bayi. Jika tak cepat disadari, maka kemudian bisa menimbulkan iritasi dan infeksi pada kulit telinga bayi yang masih sensitif. Jika sudah terinfeksi, bisa Anda bayangkan betapa tak nyamannya bayi Anda? Selain itu, sangat kasihan apabila bayi Anda harus menggunakan obat pada masa sensitifnya.

Pada saat masa menyusui, tentu ukuran payudara ibu akan membesar. Hal ini juga bisa menjadi berbahaya saat ibu menyusui bayi dengan sambil tiduran. Payudara ibu yang besar bisa saja membuat bayi sulit bernafas saat disusui karena hidungnya tertutup oleh payudara. Selain itu, menyusui dengan cara tiduran bisa membuat ibu merasa terlalu rileks dan ketiduran. Bukan hal yang tidak mungkin jika ibu tak sengaja menindih bayi.

Sebenarnya, menyusui sambil tiduran miring boleh-boleh saja asalkan Ibu menempatkan dalam posisi yang benar. Posisi kepala bayi harus diletakkan lebih tinggi dari pada perut. Jadi, ibu bisa mengganjal kepala bayi dengan bantal atau dengan tangan. Dengan cara ini, kemungkinan bayi tersedak akan lebih sedikit. Namun, sebaiknya memang tidak menyusui dengan cara tiduran. Akan tetapi, hal ini bisa menjadi jalan terbaik apabila ibu masih dalam keadaan pemulihan pasca melahirkan sehingga belum siap untuk duduk.

shutterstock_1461174802

Untuk posisi menyusui yang benar, ibu sebenarnya bisa melakukan dengan sambil duduk dan memangku bayi atau sambil berdiri. Jika sambil duduk, ibu bisa memangku bayi dan memposisikan perut bayi sejajar dengan perut ibu. Hal ini akan membuat ASI lebih lancar masuk ked alam lambung dan mengurangi risiko tersedak. Selain itu, menyusui bayi dengan cara dipangku akan membuat ASI tidak meluber ke telinga dan tidak akan memicu terjadinya infeksi telinga. Saat memberi ASI dalam keadaan duduk, aliran ASI akan jauh lebih terkontrol. Ibu pun akan terus sadar dan tidak ada kemungkinan menindih bayi. Sejalan dengan posisi duduk, posisi berdiri juga menghindari hal-hal yang bisa terjadi saat menyusui bayi dalam posisi tiduran. Mungkin kedua posisi ini cukup membuat Anda lelah, namun, ini adalah posisi yang paling aman untuk buah hati Anda tercinta.

Demikian informasi mengenai bahayanya menyusui sambil tiduran dan sedikit informasi mengenai posisi menyusui yang benar. Jangan lupa, bagaimanapun posisi Anda dalam menyusui, selalu pastikan tidak ada air ASI yang menetes di telinga atau leher dan bagian luar bayi agar tak menyebabkan iritasi. Bersihkan selalu sisa-sisa ASI yang meleber di sekitar wajah bayi dengan tisu basah lembut tanpa parfum.

One thought on “Apakah Berbahaya Menyusui Sambil Tiduran?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *