Apa Benar Susu Pelancar ASI Bisa Memperbanyak kuantitas ASI?

 

Opsi yang paling banyak dipilih oleh para ibu menyusui adalah mengkonsumsi susu pelancar ASI. Tujuannya agar mereka berhasil mensukseskan program pemberian ASI eksklusif. Sayangnya ada yang gagal namun tidak sedikit juga yang berhasil.

Hal tersebut membuat banyak ibu yang ragu ketika mereka ingin mengkonsumsi susu untuk memperlancar ASI. Karena fakta belum pastinya kuantitas ASI bisa meningkat, mereka tidak yakin mengkonsumsi susu tersebut.

Tentu hal tersebut sangat bisa dipahami. Anda juga harus mengerti bahwasannya bukan hanya susu saja yang menjadi faktor penentu produksi ASI.

Faktor Yang Mempengaruhi Produksi ASI

Untuk menjawab pertanyaan apakah benar susu pelancar ASI bisa memperbanyak kuantitas ASI, lebih dulu Anda harus ketahui apa saja yang berpengaruh terhadap produksi ASI. Setidaknya ada dua hal yang mempengaruhi.

  1. Faktor Kesehatan Fisik

Orang awam pun tahu seorang ibu yang kondisi tubuhnya lemah karena penyakit atau gangguan kesehatan tertentu sangat sulit untuk memberikan ASI. Tubuhnya tidak memungkinkan untuk memproduksi ASI.

Seorang ibu yang menyusui membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang sangat banyak. Bahkan, nutrisi tertentu dibutuhkan lebih banyak dibandingkan ibu hamil. Nutrisi itu tidak hanya untuk menjaga kesehatan tubuh ibu sendiri melainkan untuk disalurkan kepada sang buah hati melalui ASI.

 

Maka dari itu, ibu menyusui pasti lebih sering merasa lapar. Hal tersebut disebabkan nutrisi tidak salurkan ke bayi melalui ASI. Selain itu, organ tubuh juga bekerja lebih keras mengingat produksi ASI harus dilakukan secara terus menerus. Maka dari itu, sulit sekali bagi seorang yang sedang dalam kondisi sakit berat bisa memberikan ASI.

 

  1. Faktor Psikis

Jika kesehatan fisik itu berpengaruh pada kondisi organ tubuh yang bagus untuk memproduksi ASI, berbeda dengan kondisi psikis. Ini secara tidak langsung mempengaruhi produksi ASI.

 

Ini sesuai dengan temuan para peneliti kesehatan. Ternyata, ibu yang sering mengalami stres itu lebih sulit untuk memberikan ASI. Maka dari itu, banyak wanita karir yang juga menjadi ibu menyusui gagal memberikan ASI eksklusif. Meskipun tubuhnya sangat sehat, mereka tidak bisa mencukup kebutuhan ASI sang buah hati. Ternyata, penyebabnya adalah masalah psikologi. Mereka sering mengalami stres karena tekanan pekerjaan kantor. Stres membuat mood kurang baik dan akhirnya berimas pada produksi ASI.

Dari ketarangan tersebut, jelaslah sudah mengapa seorang ibu menyusui tidak hanya harus menjaga kesehatan fisik tapi juga psikis.

Makanan Memperbaiki Mood

satu dari dua faktor yang sudah dijelaskan sebelumnya itu yang paling berpengaruh terhadap produksi ASI adalah faktor psikis. Hal ini tidak lantas menafikan faktor kesehatan fisik. Hanya saja, kebanyakan ibu sekarang ini sehat fisiknya namun kurang bagus dalam hal psikisnya yang menjadikan produksi ASI mereka turun. Inilah yang menjadi alasan mendasar mengapa psikis menjadi penyebab yang paling utama.

Stres menjadi pemicunya. Dan stres ini menyebabkan mood kurang baik sehingga menurunkan produksi ASI. Untuk itu, diperlukan cara agar Anda bisa menjaga mood selama masa menyusui. Ini tidak hanya bisa Anda lakukan dengan melakukan manajemen waktu yang atau latihan meringankan stres seperti mengikuti kelas yoga, olahraga, refreshing, berlibur, dan lain sebagainya. Hal tersebut memang bisa Anda lakukan. Akan tetapi, tahukah Anda jika ada makanan yang bisa memperbaiki mood?

Salah satunya adalah bubur kacang hijau. Makanan yang satu ini biasanya dijadikan sebagai menu sarapan pagi. Selain kaya akan protein, kacang hijau juga mengandung tiamin atau vitamin B1. Ini dikatakan juga sebagai vitamin pelancar ASI lantaran fungsinya yang secara tidak langsung memperbanyak kuantitas ASI. Menurut ahli kesehatan, tiamin inilah yang membuat Anda terus bersemangat dan penuh energi. Selain itu, tiamin juga berperan aktif dalam hal memperbaiki mood karena ini memicu munculnya hormon oksitosin.

Selain makanan berupa bubur kacang hijau, teh juga bisa memperbaiki mood. Seperti yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia, mereka bersantai di sore hari di temani dengan secangkir teh. Untuk Anda yang sedang menyusui, Anda bisa memilih teh yang memang dibuat sebagai pelancar ASI. Lactatea merupakan teh pelancar ASI yang bisa Anda coba. Ini seperti susu pelancar ASI. Hanya saja, teh ini bisa Anda jadikan minuman saat Anda bersantai.

Banyak ibu menyusui yang memilih teh daripada susu pelancar ASI. Alasannya bermacam-macam. Ada yang tidak suka dengan susu karena setiap kali minum susu, mereka merasa eneg dan mual. Ada juga yang memang sejak dari kecil tidak suka susu. Dari segi harga, teh lactatea jauh lebih murah. Ini pula yang menjadi alasan lain mengapa banyak ibu menyusui lebih memilih produk pelancar ASI yang satu ini.

Jadi, pada intinya tidak ribet untuk bisa menjadi ibu yang bisa memberikan ASI sesuai dengan kebutuhan sang buah hati. Yang Anda harus lakukan hanya terus menerus menjaga mood tetap bagus. Dan banyak cara yang sudah dijelaskan sebelumnya yang bisa Anda terapkan.

Menjadi ibu sepenuhnya itu tidak mudah. Nyatanya, banyak ibu yang gagal memberikan ASI eksklusif. Padahal, para ahli kesehatan sangat menyarankan agar bayi hingga usia 6 bulan tidak boleh makan atau minum apapun selain ASI. Maka dari itu, upaya apa saja seharusnya Anda lakukan sekuat tenaga untuk memastikan Anda bisa memberikan ASI ekskulsif untuk sang buah hati. Tak terkecuali Anda harus mengkonsumsi segala macam makanan pelancar ASI atau produk yang bisa memperbanyak ASI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *