Agar ASI Keluar Banyak Meskipun Ibu Tidak Menyusui Setiap Waktu

Ada anggapan di mana ASI tidak bisa keluar dalam jumlah yang cukup banyak lantaran ibu kerja kantoran. Sayangnya, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar lho bu.

Memang ada banyak tips agar ASI keluar banyak. Akan tetapi, seorang ibu yang tidak bisa memberikan ASI dalam jumlah yang cukup bukan disebabkan karena ia sedang bekerja atau menjadi seorang wanita karir. Faktanya, banyak juga ibu rumah tangga yang gagal memberikan ASI eksklusif.

Yang sangat disayangkan adalah ketika seorang wanita mengakhiri karirnya sebagai wanita bekerja lantaran hanya ingin memastikan ia bisa terus memberikan ASI untuk sang buah hati. Padahal, sebenarnya, ia bisa tetap bekerja dan juga bisa memberikan ASI lho. Asalkan ia mau menerapkan tips agar produksi ASI banyak, maka ia tidak akan mengorbankan si kecil ataupun pekerjaannya.

Agar Produksi ASI Meningkat Walaupun Bekerja

Memang masih ada stereotype di mana wanita karir dianggap sebagai seorang ibu yang tidak begitu memperhatikan anak. Apalagi jika anak masih bayi. Stereotype itu menjadi melekat begitu jelek pada seorang wanita. Padahal, tidak begitu juga sebenarnya. Lihat saja bagaimana sebuah keluarga di mana suami dan istri harus bekerja tetap memiliki komitmen untuk memperhatikan hak-hak bayi. Contohnya saja ada yang memperkerjakan seseorang yang bisa merawat bayi layaknya bayinya sendiri. Ada juga orang tua yang bekerja secara bergantian. Jadi, ketika suami bekerja, istri berada di rumah. Dan sebaliknya.

Hak untuk mendapatkan ASI pun diberikan. Para ibu bekerja tahu persis bagaimana cara agar produksi ASI meningkat. Mereka biasanya menerapkan beberapa tips berikut ini:

  • Memompa ASI

Beruntung sekali pemerintah bersama perusahaan yang ada di Indonesia sudah begitu concern mengenai ASI eksklusif. Untuk memastikan wanita bekerja bisa memberikan ASI eksklusif, maka perusahaan dan juga instansi-instansi diwajibkan mempunyai ruang laktasi. Selain sebagai ruangan untuk memberikan ASI, ini juga bisa digunakan sebagai ruangan di mana seorang ibu bisa memompa ASI.

 

Ruangan tersebut biasanya sudah dilengkapi dengan apa saja yang dibutuhkan, tak terkecuali freezer. Jadi, ASI yang sudah diperah bisa disimpan di dalam freezer tersebut kemudian dibawa pulang. Jadi, stock ASI di rumah terus bertambah. Stock ASI itu bisa diberikan selama sang ibu bekerja.

Tidak hanya di perusahaan, instansi, atau tempat bekerja. Bahkan di pusat keramaian seperti di mall juga menyediakan ruangan laktasi. Jadi, sangat terbuka kesempatan bagi para ibu untuk mensukseskan program pemberian ASI.

 

  • Melakukan Stress Management

Secara umum, wanita karir itu lebih rentan mengalami stres daripada seorang ibu rumah tangga. Meskipun demikain, tidak jaminan juga ibu rumah tangga tidak stres. Banyak juga ibu rumah tangga yang sangat stres karena pekerjaan rumah yang terus menumpuk seolah-olah tidak pernah selesai.

 

Terlepas dari itu, stress management itu begitu penting. Ibu bisa cari tahu apa saja yang harus ibu lakukan untuk mengatur stres. Ini bukan berarti cara menghindari stres, tapi mengatur agar stres yang ibu alami tidak berakibat buruk terhadap kesehatan. Pasalnya, stres dianggap sebagai faktor pemicu paling kuat turunnya produksi ASI.

 

Salah satu cara yang sangat mudah untuk mengatasi stres adalah dengan melakukan relaksasi. Relaksasi ini bisa ibu lakukan setiap hari. Usahakan agar ibu melakukan olahraga seperti melakukan gerakan yoga di pagi hari sebelum beraktivitas. Ini mudah untuk dipraktikkan tapi jarang yang mampu melakukan hal ini secara rutin. Patut ibu coba dan buktikan sendiri.

 

  • Minum Suplemen

Kesehatan ibu sangat menentukan bagaimana tubuh memproduksi ASI. Kuantitas serta kualitas ASI sangat ditentukan bagaimana kondisi kesehatan ibu. Maka dari itu, hanya mengkonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi saja yang harus ibu lakukan.

 

Selain itu, ibu bisa konsumsi juga suplemen pelancar ASI. Ini merupakan suplemen yang dibuat agar ASI keluar banyak. Lactatea salah satunya. Ini suplemen mempelancar ASI berupa teh.

 

Banyak ibu menyusui yang memilih suplemen yang satu ini dengan berbagai alasan. Ada yang mengatakan teh ini tidak menyebabkan mual layaknya suplemen berbentuk susu. Ada juga yang beralasan bahwasannya teh ini bisa dijadikan minuman hangat saat sedang santai. Mungkin ibu memiliki alasan yang berbeda. Yang pasti, teh pelancar ASI ini benar-benar sangat efektif untuk memperlancar produksi ASI karena kandungan nutrisinya yang bisa merangsang kelenjar susu memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak.

Sekarang, buktikan sendiri dan tunjukkan pada semua orang bahwasannya ibu sebagai wanita karir bisa tetap memberikan ASI eksklusif kepada sang buah hati.

Jangan Sepelekan Satu Hal Ini

Kebanyakan wanita karir itu memiliki banyak stock ASI di dalam freezer. Akan tetapi, jangan pernah memberikan ASI yang ibu simpan di dalam freezer ketika ibu berada di rumah. Meskpun stocknya sangat banyak, usahakan agar ibu menyusui secara langsung ketika ibu berada di rumah. Pasalnya, menyusui secara langsung bisa menstimulus produksi ASI. Sedotan yang dilakukan oleh si kecil bisa membuat kelenjar susu bekerja lebih keras sehingga semakin banyak ASI yang akan dihasilkan.

Jangan khawatirada terlalu banyak stock ASI. Kalaupun terlalu banyak, ibu bisa berikan kepada bayi lain. Jadi, ibu menjadi pendonor ASI. Asalkan ibu tahu, banyak sekali bayi yang membutuhkan ASI karena ibu mereka tidak bisa memproduksi ASI dalam jumlah yang banyak.

Jadi, lupakan untuk berhenti bekerja. Ada upaya lain yang bisa membuat ASI keluar banyak meskipun ibu harus bekerja setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *