Cara Memasak Lactatea

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering kali pelanggan tanyakan kepada kami mengenai lacta tea:

Bagaimana Cara Memasak Lactatea?

Masukkan satu kantong teh Lactatea dengan 700 ml air. Seduh menggunakan api kecil. Seduh hingga 30 menit. Tunggu sampai pekat. Tambahkan gula aren sesuai selera.

Kemudian bagi air seduhan teh menjadi 3 gelas/cangkir.

Minuman bisa disajikan panas maupun dingin serta bisa ditambahkan gula batu sesuai selera (namun lebih baik tambahkan madu, brown sugar, atau gula merah).

Untuk memeroleh hasil yang maksimal, minumlah 3 kali sehari sampai produksi ASI kita meningkat.

Setelah itu kita dianjurkan untuk menguranginya secara bertahap menjadi 2 cangkir perhari, sampai secangkir perhari.

Kita juga dianjurkan untuk banyak minum air ketika mengonsumsi teh ini (minimal 1.5 liter air perhari).

Selain itu, kosongkan payudara dengan pompa atau hisapan bayi 2 jam sekali, asupan nutrisi tetap harus dijaga, melakukan diet dan olah raga dengan baik, mengendalikan stress, dan berpikir positif.

Satu Hari Berapa Kali Minum Lactatea?

Lactatea bisa di minum 2-3 kali sehari. Satu kantong teh Lactatea diseduh dengan 700 ml air. Lalu bagi air seduhan teh menjadi 2-3 cangkir.

Satu kotak lactatea berisi 30 kantong teh yang cukup untuk dikonsumsi selama sebulan

Apakah Lactatea Ada Efek Sampingnya

Lactatea tidak mempunyai efek samping sama sekali dan aman di konsumsi bagi bunda, maupun bayi bunda. Lactatea SUDAH dinyatakan halal oleh MUI dan telah mendapat izin dari Dinas Kesehatan.

Obat-obatan seperti reglan atau domperidon bisa meningkatkan hormon prolaktin dalam jangka waktu tertentu, namun memiliki efek samping bagi ibu dan bayi. Jadi lebih baik, gunakan Lactatea yang terbukti aman dan tanpa efek samping.

Satu Kotak Lactatea Cukup Untuk Berapa Kali Minum?

Lactatea bisa di minum 2-3 kali sehari. Satu kantong teh Lactatea diseduh dengan 700 ml air. Lalu bagi air seduhan teh menjadi 2-3 cangkir.

Satu kotak lactatea berisi 30 kantong teh yang cukup untuk dikonsumsi selama sebulan

Jika dirasa ASI sudah cukup banyak, dosis minum bisa dikurangi menjadi 2X sehari, kemudian 1X sehari, hingga tidak perlu minum lagi.

Jadi satu kotak mungkin sudah cukup untuk memperbanyak ASI bunda. Dan bisa disimpan jika suatu saat butuh memperbanyak ASI lagi.

Saya Sedang Hamil Sambil Menyusu, Apakah Boleh Minum Lactatea?

Kami sarankan minum Lactateanya setelah bunda melahirkan saja. Atau bunda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter/bidan yang ahli.

Sebetulnya Lactatea tidak ada masalah dengan perkembangan janin, namun lebih baik di minum setelah bunda melahirkan saja.

Saya Habis Operasi Caesar, Apakah Ada Pantangan Untuk Meminum Lactatea?

Saya Habis Operasi Caesar. Apakah Ada Pantangan Untuk Meminum Lactatea?

Tidak ada pantangan sama sekali bunda. Tidak masalah bunda sehabis operasi Caesar pun, untuk meminum Lactatea.

Lactatea tidak mempunyai efek samping sama sekali dan aman di konsumsi bagi bunda, maupun bayi bunda. Lactatea SUDAH dinyatakan halal oleh MUI dan telah mendapat izin dari Dinas Kesehatan RI.

Obat-obatan seperti reglan atau domperidon bisa meningkatkan hormon prolaktin dalam jangka waktu tertentu, namun memiliki efek samping bagi ibu dan bayi. Jadi lebih baik, gunakan Lactatea yang terbukti aman dan tanpa efek samping.

Saya Sudah Lama Tidak Menyusui, Apakah Lactatea Bisa Bantu?

Sangat bisa sekali bunda. Intinya adalah relaktasi kembali ASI bunda. Relaktasi adalah proses pengaktifan kelenjar susu bunda. Jika ASI bunda sudah mulai mengalir walau sedikit, kemudian bisa dibantu dengan Lactatea supaya tambah banyak ASInya.

Untuk Info Lebih Lanjut Bunda Bisa Baca Artikel Berikut:

1. http://lactatea.com/7-kunci-sukses-memperbanyak-asi/

2. http://lactatea.com/tips-ampuh-relaktasi-supaya-dapat-menghasilkan-asi-kembali/

Bagaimana Jika Setelah Minum Lactatea ASI Menjadi Banyak?

Jika dirasa ASI sudah cukup banyak, dosis minum bisa dikurangi menjadi 2X sehari, kemudian 1X sehari, hingga tidak perlu minum lagi.

Jadi satu kotak mungkin sudah cukup untuk memperbanyak ASI bunda. Dan bisa disimpan jika suatu saat butuh memperbanyak ASI lagi. Jadi bisa lebih hemat bunda