Jangan Hanya Mengandalkan Obat Pelancar ASI

 

Boleh saja Anda mengkonsumsi obat pelancar ASI. Namun, apakah hanya itu saja yang bisa ibu lakukan?

Banyak ibu yang ingin memastikan program pemberian ASI eksklusif berhasil dengan cara mengkonsumsi obat untuk melancarkan ASI. Banyak sekali produk kesehatan yang bisa melancarkan ASI, mulai dari yang berbentuk minuman dan pil. Terlepas dari hal tersebut, sebaiknya Anda juga perlu melakukan hal lain.

Hal Kecil Yang Bisa Anda Lakukan

Sebenarnya, setelah melahirkan seorang ibu sudah secara otomatis bisa memberikan ASI. Hal ini disebabkan sejak awal kehamilan kelenjar susu sudah mulai melakukan persiapan untuk memproduksi ASI. Sehingga, ketika bayi lahir, kelenjar susu sudah bisa memproduksi ASI.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah sulitnya mengeluarkan ASI. Dalam hal ini, Anda harus tahu ada bedanya antara tidak bisa memberikan ASI dengan ASI yang sulit keluar. Kebanyakan ibu mengalami masalah yang kedua, yaitu ASI sulit keluar. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti adanya penyumbatan saluran ASI pada payudara atau kurang kuatnya isapan bayi sehingga ASI tidak bisa lancar.

Kasus seorang ibu tidak bisa memberikan ASI itu sangat jarang sekali. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kondisi kesehatan yang memang kurang baik sehingga ibu tersebut tidak bisa memberikan ASI.

Untuk itu, yang menjadi pekerjaan rumah seorang ibu adalah bagaimana agar ASI bisa keluar dengan lancar. Beberapa hal bisa Anda lakukan.

  • Melakukan IMD

Di dalam dunia medis, ada istilah yang sering digunakan, yaitu IMD. Ini merupakan kepanjangan dari Inisiasi Menyusui Dini. Jadi, menyusui harus dilakukan setelah bayi lahir.

 

Dalam memberikan Inisiasi Menyusui Dini, Anda tidak boleh menempelkan mulut si kecil pada puting susu. Cukup tempatkan bayi di dada dan biarkan bayi mencari puting. Dorongan alami dari bayi dan juga dari Anda sendiri akan menstimulus produksi ASI.

 

  • Meningkatkan Frekuensi Menyusui

Semakin sering bayi menyusui, maka semakin tinggi produksi ASI. Yang dikhawatirkan adalah ASI mengering karena ibu tidak sering memberikan ASI. Tidak perlu membuat jadwal pemberian ASI. Untuk bayi yang usianya baru beberapa minggu, semakin sering memberikan ASI maka hal tersebut semakin baik.

 

  • Memerah ASI

Mungkin ini hal yang banyak ibu tidak sukai. Pasalnya, memerah ASI itu terkadang menyakitkan. Tidak seperti ketika ASI diberikan langsung kepada bayi.

 

Namun, memerah ASI ini sangat diperlukan untuk mencegah ASI mengering. Bisa saja ibu sering memberikan ASI. Akan tetapi, bagaimana jika si kecil sedang tidur? Tentu saja Anda tidak bisa memberikan ASI saat si kecil terlelap. Agar ASI tidak mengendap di dalam payudara, maka Anda bisa memerah susu dan sehingga Anda memiliki stok ASI yang tersimpan di dalam freezer. Dengan demikian, saat ibu tidak berada di rumah, suami ibu bisa memberikan ASI yang sudah di stok di dalam freezer ketika bayi sedang lapar.

 

Memerah ASI juga menjadi cara melancarkan ASI lho. Dengan mengeluarkan ASI dari payudara, maka tubuh akan semakin terstimulasi sehingga tubuh memproduksi ASI terus menerus. Berbeda jika ASI tidak dikeluarkan. Maka tubuh berhenti memproduksi ASI.

 

  • Memijat Payudara

Ini juga cara melancarkan ASI yang sangat efektif. Ketika ibu sedang mandi, pijatlah secara perlahan-lahan bagian payudara Anda. Ini merupakan cara merelaksasi payudara sehingga otot tidak tegang dan ASI bisa diproduksi lebih banyak lagi.

Jadi, masih mau hanya mengandalkan obat pelancar ASI saja? Tentu saja tidak, kan?

Hindari Faktor Penyebab ASI Tidak Lancar

Ada stigma negatif tentang wanita karir. Pekerjaan mereka dianggap sebagai penyebab program ASI eksklusif tidak berhasil. Banyak wanita karir yang gagal memberikan ASI eksklusif membuat stigma ini muncul.

Pada kenyataanya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Toh tidak sedikit juga ibu rumah tangga juga tidak berhasil memberikan ASI eksklusif. Itu artinya ada faktor yang menyebabkan kegagalan pemberian ASI eksklusif entah itu seorang wanita karir atau ibu rumah tangga.

Fakta menunjukkan motivasi yang rendah menjadi penyebabnya. Banyak ibu yang bersemangat memberikan ASI. Hanya saja, hal tersebut hanya berlaku beberapa minggu saja. Ketika usia bayi mencapai 2-3 bulan, motivasi memberikan ASI itu semakin turun. Dan ternyata motivasi yang rendah inilah yang menjadi penyebab turunnya produksi ASI.

Belum lagi masalah yang lain seperti stres. Seorang ibu menyusui harus pandai mengatur jadwal kegiatan. Terlalu lelah akan membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI dalam jumlah yang dibutuhkan oleh sang buah hati.

Itulah mengapa muncul breastfeeding dads. Ini bukan berarti seorang ayah yang bisa memberikan ASI. Namun, ini merupakan istilah yang menunjukkan bagaimana seorang ayah membantu istrinya agar pemberikan ASI eksklusif berhasil. Ini lebih dari sekedar ASI booster atau pelancar ASI.

Faktor Nutrisi Sangat Penting

Sebenarnya, ASI booster itu dibutuhkan untuk memastikan kebutuhan nutrisi seorang ibu terpenuhi. Hal ini disebabkan nutrisi yang tercukupi bisa memastikan kesehatan seorang ibu menyusui terjaga. Dan ketika ibu sehat, maka tubuh akan lebih mudah memproduksi ASI.

Jadi, selain mengkonsumsi makanan yang bergizi, sangat disarankan juga untuk mengkonsumsi obat atau suplemen untuk memperlancar ASI. Produk LactaTea misalnya, yang merupakan ASI booster yang sangat efektif. Kandungan seperti daun katuk, jintan hitam, dan daun kelor yang ada di dalamnya bisa membuat produksi ASI meningkat. Bahkan, dengan mengkonsumsi satu gelas LacataTea ini saja, ASI bisa menjadi lebih lancar dalam kurun waktu 2-3 hari. Jadi, produk LactaTea ini bisa Anda pilih menjadi produk pelancar ASI untuk menunjang keberhasilan Anda dalam memberikan ASI eksklusif.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *